Yogyakarta Tertutup Abu Vulkanik Gunung Kelud

Yogyakarta, 14 Februari 2014
Gunung Kelud di Kediri meletus pada tanggal 13 Februari 2014. Hujan abu melanda beberapa kota besar yang ada di provinsi Jawa Timur. Seperti Surabaya, Malang, dan Blitar. Tapi siapa sangka hujan abu ini sampai ke kota Yogyakarta?

Yogyakarta, February 14, 2014
Mount Kelud in Kediri erupted on February 13, 2014. Ash rains hit several major cities in the province of East Java. Such as Surabaya, Malang and Blitar. But who would have thought the ash falls to the city of Yogyakarta?

Yogyakarta 14 Februari 2014
Tepat tanggal 14 Februari 2014 ketika saya membuka pintu kamar penginapan, saya dikejutkan oleh warna langit yang gelap. Awan mendung? Mungkin. Saya tidak mempedulikannya dan kembali ke kamar penginapan. Tidak lama pintu kamar saya diketuk oleh seseorang. Ternyata seorang pelayan penginapan yang mengantarkan makanan untuk saya.

Exact date of February 14, 2014 when I opened the door of room inn, I'm struck by the dark color of the sky. The clouds? Possible. I do not care about it and get back to the lodge room. Not long knock on my door by someone. Turns out a waitress who deliver food to me.

"Mas, sudah punya masker?", tanya sang pelayan kepada saya.

"Untuk apa mas?", tanya saya balik.

"Gunung Kelud meletus tadi malam mas. Abunya sampai kesini.", lanjut sang pelayan.

Gunung Kelud? Bukan kah Gunung Kelud ada di Kediri Jawa Timur? Saya sedikit tidak percaya. Saya tidak terlalu mempedulikannya. Rencana saya pagi ini hanya membeli tiket kereta untuk kembali ke Surabaya.

Mount Kelud? Did not Mount Kelud in Kediri, East Java? I do not believe. I do not seem to mind. My plan this morning just to buy a train ticket to go back to Surabaya.

Yogyakarta 14 Februari 2014
Ternyata abu vulkanik Gunung Kelud sudah menutupi jalan-jalan di depan penginapan. Saya sangat terkejut. Tapi saya harus membeli tiket kereta di stasiun. Apa boleh buat saya segera kembali ke kamar untuk mengambil jaket dan masker dan segera bergegas menuju stasiun Yogyakarta. Sepanjang perjalanan saya melihat abu vulkanik menutupi jalan-jalan di kota Yogyakarta. Sangat tebal. Bahkan kendaraan tidak ada yang berani melaju kencang.

It turns volcanic ash of Mount Kelud already covered the streets in front of the inn. I was shocked. But I had to buy train tickets at the station. What can make me right back to my room to take a jacket and mask and immediately went to Yogyakarta station. Along the way I look at volcanic ash covered the streets of the city. Very thick. In fact no one dared vehicle speeding.

Yogyakarta 14 Februari 2014
Setelah saya sampai di stasiun saya segera mengantri tiket. Saya pikir saya akan kehabisan tiket karena antrian tiket kereta sangat ramai. Apa saya harus tertahan disini lebih lama? Sebenarnya sih tidak masalah. Masalahnya adalah uang di dompet dan atm saya yang tidak akan cukup jika saya tertahan beberapa hari lagi. Tapi alhamdulillah saya mendapatkan satu tiket ke Surabaya sore ini.

After I arrived at my station ticket queue immediately. I thought I would run out of tickets because ticket queues are very crowded train. What I have stuck here much longer? Actually it does not matter. The problem is the money in my wallet and atm that will not be enough if I stuck a few more days. But thank God I get a ticket to Surabaya this afternoon.

Yogyakarta 14 Februari 2014
Saya masih penasaran sampai separah apa hujan abu yang terjadi di Yogyakarta. Saya memutuskan untuk berkeliling ke beberapa lokasi di sekitar penginapan saya.

I am still curious to how bad ashfall occurred in Yogyakarta. I decided to drive around to several locations around my inn.

Yogyakarta 14 Februari 2014
Ini beberapa gambar yang saya ambil di sepanjang jalan Malioboro. Debu vulkanik Gunung Kelud menutupi seluruh tempat yang saya lalui. Jalan Malioboro yang biasanya ramai kali ini sepi. Hampir tidak ada orang yang lalu lalang seperti hari biasanya.

Here are some pictures that I take along Malioboro street. Mount Kelud volcanic ash covered the entire place that I went through. Malioboro Street is usually crowded this time deserted. Almost no passers-by as usual.

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014
Selanjutnya saya melanjutkan perjalanan menuju titik nol kilometer kota Yogyakarta. Di tempat ini juga ridak kalah sepi. Hampir tidak ada pejalan kaki seperti hari biasanya.

Furthermore, I continue the journey toward zero kilometers of Yogyakarta city. In this place also ridak less lonely. Almost no pedestrians as usual.

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014
Lanjut ke daerah di sekitar Alun-Alun Utara. Tidak jauh berbeda dari beberapa tempat yang saya lewati sebelumnya.

Go to the area around the North Square. Not much different from some of the places I passed earlier.
Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Yogyakarta 14 Februari 2014

Sepertinya hujan abu vulkanik Gunung Kelud telah menutupi seluruh kota Yogyakarta. Namun sepertinya para wisatawan malah menikmati fenomena ini. Terbukti setelah saya kembali ke penginapan justru saya menemukan banyak wisatawan yang mengabadikan fenomena ini ke dalam foto.

It looks like volcanic ash Kelud has covered the entire city of Yogyakarta. But it seems the tourists actually enjoying this phenomenon. Evidently after I returned to the inn instead I find a lot of tourists who perpetuate this phenomenon in the photograph.

Admin Narsis
Epic Moment in Yogyakarta.

O iya jangan lupa LIKE Fanpage Jalan Sambil Jajan ya.
Makasih. ^^

Do not forget to LIKE Fanpage Jalan Sambil Jajan .
And Follow my 
Twitter Jalan Sambil Jajan @JalanPlusJajan .
Thank you^^


2 Responses to "Yogyakarta Tertutup Abu Vulkanik Gunung Kelud"

  1. kasihan masyarakat setempat, saya hanya bisa bantu doa saja
    :(

    ReplyDelete

Label

@StandUp_10Nop 12 menit aceh asia ayam bakar bakso bali balikpapan bandara bandeng banjarmasin barat bawis bebek belut beras basah beringharjo bontang bratang buah bungkul burger burjo camilan carnaval chocodays cincau cingur cola cosplay coto cuap2 cumi daftar daging domba donburi durian es facebook fan page fast food film gado-gado gorengan gresik gubeng gudeg gulai gunung gurame gurita homestay i idul fitri iga ikan imogiri indomie indonesia info jagung jahe jajan jalan sambil jajan jalan-jalan jamur japanese world jaya setiabudi jepang jerohan jus kacang kakap kalasan kambing kari kebon bibit keju kelapa kelud kentang kepiting kerang kerapu kereta kerupuk klampis klanting klatak klepon komunitas kopi korea kuah kue kukus kuliner kulit kupang kurma lalapan latin lebaran lele lemak lenggang lentho liburan lidah info lokal lomba lontong losmen lupis madiun madu madura mainan makanan makassar malang malaysia malioboro mall mangga mangrove manyar marching band bontang pkt marching band bontang pupuk kaltim martabak masak mataram medan meksiko mie minuman mulyosari nasi ngagel nginden nonton oleh oleh palembang pameran pancake pantai pari pecel pekanbarum samarinda pempek penginapan pita ponorogo pontianak promosi pulau putu ramen rempah resep roadshow ronde roti rujak saluang sambal santan sate saus sayu sayur seminar sepinggan sidoardjo siomay sirup snack solo sop sosis soto stand up comedy stand up night stasiun steak sukolilo sup surabaya sushi susu tahu tangerang selatan taoge teh telur tempe teppanyaki teri teriyaki timur tengah tongseng toys tulang udang universitas airlangga wisata yogyakarta yuk bisnis